Lingkungan Dan Pembangunan



ILMU EKONOMI DAN LINGKUNGAN HIDUP

           selama daswarsa terakhir ini , para ekonom semakin menyadari betapa pentingnya implikasi implikasi dari berbagai persoalan lingkungan hidup terhadap keberhasilan upaya upaya pembanguan ekonomi. Sekarang kita mengetahui bahwasanya interaksi antara kemiskinan lingkungan dan dedigasi lingkungan itu dapat menjurus ke sesuatu perusakan tanpa henti. Bertolak dari kebutuhan kebutuhan ekonomi yang mendesak dan adanya sikap yang cenderung masa bodoh, banyak anggota anggota masyarakat di berbagai negara yang secara tidak sadar ikut serta melakukan pengrusakan lingkungan hidupnya sendiri yang sesungguhnya merupakan tumpukan dasar kehidupan mereka secara keseluruhan, baik sekarang maupun masa masa mendatang.sumber daya alam secara berlebihan tanpa memperhatikan aspek pelestariannya tersebut dengan sendirinya meningkatkan tekanan tekanan terhadap kualitas lingkungan hidup yang pada akhirnya pasti akan mengancam swasembeda atau kecukupan pangan segenap penduduk negara negara dunia ketiga ,kodisi pemerataan distribusi pendapatan serta potensi pertumbuhan ekonomi dimasa masa yang akan datang.

LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN

       setidak tidaknya terdapat tujuh persoalan yang paling mendasar yang berkaitan dengan soal lingkungan hidup pembangunan . banyak diantaranya yang telah kita bicarakan pada bab bab sebelumnya sehingga di harapkan pembahasan ini akan menjadi lebih lancar dan kita lebih mudah menemukan mata rantai berkaitan antara masalah masalah terpenting yang di hadapi oleh negara negara berkembang pada dekade ini . adapun ketujuh persoalan dasar yang akan kita bicarakan pada bab ini adalah

1. Pembangunan yang berkelanjutan

     
para ahli ekonomi pembanguan telah memberlakukan istilah “ berkelanjutan” dalam upaya memperjelas hakikat keseimbangan pembangunan yang paling di inginkan . yakni pertumbuhan ekonomi di satu sisi dan pelestarian lingkungan hidup atau sumber daya alam disisi lain. Meskipun definisinya cukup banyak, pada dasarnya  istilah berkelanjutan itu mengacu kepada pemenuhan kebutuhan generasi  sekarang tanpa merugikan generasi mendatang. Hal penting yang terkandung secara emplisit di dalam pernyataan tersebut adalah kenyataan bahwa pertumbuhan ekonomi  di masa mendatang dan kualitas kehidupan manusia secara keseluruhan sangat di tentukan oleh kualitas lingkungan hidup yang ada pada saat ini





2. Populasi, sumber daya alam , dan lingkungan hidup

    
pada umumnya perhatian pada lingkungan hidup bermula dari persepsi  bahwa daya dukung sumber daya yang ada di bumi serba terbatas . ada semacam angka maksimal penduduk bumi  yang jika di lampaui maka kebutuhan kebutuhan hidup sebagian dari mereka akan tidak terpenuhi
persepsi tersebut mungkin memang benar , mungkin juga salah, mengingat kemajuan kemajuan teknologi  yang begitu hebat sekarang ini mampu menciptakan berbagai macam solusi yang tidak dapat di bayangkan sebelumnya.

3. Kemiskinan dan Lingkungan Hidup

     
selama ini angka fertilitas dan tingkat kelahiran yang tinggi sering disalahkan sebagai penyebab utama kemiskinan. Padahal dalam kenyataannya tingkat kelahiran yang tinggi belum tentu merupakan biang keladi kemiskinan. Bahkan dalam beberapa kasus tertentu tingkat kelahiran yang tinggi justru bersifat positif. Yakni untuk mengimbangi tekanan tekanan kemiskinan. Di cina misalnya tingkat penduduk per acre lahan subur lebih tinggi dari pada yang ada di india.

4. Pertumbuhan Versus Lingkungan Hidup

    
seandainya suatu negara atau masyarakat, dalam prakteknya memang bisa mengurangi kerusakan lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan kelompok penduduk yang termiskin, lantas apakah negara atau masyarakat tersebut juga mampu untuk meningkatkan pendapatan kelompok penduduk yang termiskin, lantan apakah negara atau masyarakat tersebut juga mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonominya tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan hidup lebih jauh lagi ?  berbagai penelitian membuktikan bahwa yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan hidup global adalah 1 milyar orang paling kaya dan 1 milyar orang paling miskin.


5. Pembangunan Daerah Perdesaan dan Lingkungan Hidup

     
Demi memenuhi kebutuhan Pangan segenap penduduknya yang terus bertambah , paling tidak negara negara berkembang harus mampu melipat duakan produksi pangannya pada tahun 2010 nanti. Karena lahan di dunia ketiga harusmenanggung kehidupan penduduk yang terlalu banyak , pemenuhan target surplus produksi bahan pangan tersebut  menuntut dilakukannya serangkaian perubahan radikal dalam distribusi . penggunaan dan kuantitas sumberdaya untuk sektor pertanian. Karena kaum wanitalah yang sering menjadi pengelola sumber sumber daya alam di perdesaan seperti hutan dan mata air dan mereka yang menjadi pelaksana sektor pertanian . maka mereka mutlak di integrasikan ke setiap program pelestarian Lingkunagan hidup.
peranan dalam arti penting kaum wanita dalam upaya pelestarian lingkungan sama sekali tidak bisa di abaikan.






6. Pembangunan di daerah Perkotaan dan Lingkungan Hidup

      lonjakan populasi nasional yang begitu cepat yang disertai migrasi desa-kota menciptakan suatu laju pertumbuhan populasi yang sangat tinggi di daerah perkotaan. Laju tersebut sering kali dua kali lebih tinggi dari pertumbuhan populasi nasional. Lonjakan itu begitu kuat sehingga tidak banyak pemerintah yang siap guna menghadapi tekanan tekanan persoalan khas perkotaan yang di perparah oleh gelombang urbanisasi tersebut, seperti keterbatasan air bersih dan tidak memadainya fasilitas sanitasi. Tidaklah mengherankan jika penduduk di perkotaan yang di banyak negara berkembang mudah terjangkit wabah penyakit

7. Lingkungan global

      sehubungan dengan terus meningkatnya jumlah total  penduduk dan tingkat pendapatan dunia,degradasi lingkungan secara netto terus memburuk. Upaya penanggulangannya tidak mudah di lakukan begitu saja oleh karena banyak hal yang harus di korbankan dalam rangka mewujudkan pembangunan dunia secara berkelanjutan. Bila kita menggunakan segenap sumber daya alam secara lebih efesien kondisi lingkungan hidup akan lebih terjaga dan itu tentu saja merupakan penghematan secara ekonomis


RUANG LINGKUP DEGRADASI LINGKUNGAN HIDUP : TINJAUAN SINGKAT ATAS DATA DATA STATISTIK


        Tantangan lingkungan hidup yang terbesar terhadap negara negara berkembangan pada beberapa dekade yang akan datang bersumber dari kemiskinan. Tantangan ini meliputi ancaman terhadap kesehatan penduduk yang diakibatkan oleh terbatasnya sanitasi dan air bersih, polusi udara dalam rumah yang bersumber dari pemakaian kompor kompor biomas yang tidak efisien pengundulan hutan dan pengikisan  kualitas tanah semua masalh ini mudah di temui di sebagian negara yang sebagian besar rumah tangganya yang tidak memiliki alternatif ekonomi lain selain menjalankan pola kehidupan yang tidak sehat, sekaligus mengancam lingkungan hidup itu. Merangkum data dari berbagai macam konsekuensi kesehatan dan produktifitas yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan hidup di dunia ketiga

        Salah satu masalah lingkungan yang sama sama di alami oleh penduduk miskin di daerah perdesaan dan daerah perkotaan adalah buruknya kondisi kesehatan lingkungan atau pemukiman yang diakibatakan oleh terbatasnya air bersih  dan fasilitas sanitasi.seperti telah dibahas bahwa masalah ini akan membawa dampak penyakit

      unsur unsur polusi atau polutan yang memnuhi udara juga mengancam kesehatan penduduk dunia ketiga. Ketergantugan penduduk dunia ketiga khususnya yang tinggal di daerah perdesaan  terhadap bahan bakar bio mas seperti kayu kering ranting ranting , kotoran ternak sampah merupakan salah satu penyebabnya.

Pembangunan di daerah perdesaan dan lingkungan hidup : kisah dua desa

     guna memperjelas gambaran interaksi antara kemiskinan di daerah perdesaan lingkungan hidup mari kita simak uraian hipotesis dua desa di dunia ketiga yang satu di amerika dan satu amerika latin. Penduduk desa afrika itu tinggal di sebuah wilayah yang kering dengan perpohonan yang semakin lama semakin langka.para ahli internasional telah memperingatkan bahwa jika pohon yang tersisa itu di tebang dan lahan lahan marjinal itu di cangkul maka penduduk desa itu akan menghadapi kondisi lingkungan hidup yang semakin buruk.

   salah satu akibat langsung dari tekanan lingkungan hidup seperti ini adalah erosi tanah karena perpohonan yang melindunginya dari angin dan curah hujan terlalu sedikit, maka permukaan atau lapisan tanah yang paling atas  biasanya yang paling subur mudah terkikis sehingga menurunkan produktifitas tanah tanah yang bersangkutan.


MODEL MODEL LINGKUNGAN HIDUP DARI ILMU EKONOMI TRADISIONAL

 Sumber daya milik Pribadi

     pada bagian ini kita akan menelaah beberapa model lingkungan hidup yang telah berkembang oleh ilmu ekonomi semula di tunjukan bagian negara negara maju yang sudah memiliki pasar pasar berkembang dengan baik sehingga segala operasinya didasarkan atas uang. Dalam masing masing modal tersebut,kegagalan pasar utuk memperhitungkan eksternalitas di pandang sebagai modal pengecualian kecil, bukan kelemahan yang fatal.

   Para pendukung teori pasar bebas neoklasik mengingatkan akan adanya berbagai bentuk enefisiansi dalam alokasi sumber daya yang diakibatkan oleh berbagai hambatan terhadap operasi mekanisme pasar secara bebbas ataupun oleh masih bertahannya berbagai ketidak sempurnaan dalam sistem hak kepemilikan. Selama sumber daya di miliki oleh pribadi, maka para penganut teori itu berkeyakinan tidak ada distorsi pasar sehingga segenap sumber daya yang di alokasikan secara efisien. Pasar milik ( property rights)

Sumber Daya Milik Umum

    
Jika sumber daya langka ( seperti  tanah yang subur ) dimiliki oleh masyarakat secara keseluruhan sehingga bisa di manfaatkan oleh siap saja, Maka sebutannya sumber daya milik umum. Disini tidak tersedia potensial ataupun rante kelangkaan yang bisa di pungut. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya teori teori neoklasik berpendapat bahwa tidak adanya  kelangkaan rante kelangkaan maka invensasi cepat atau lambat akan tercipta.






PEMBANGUNAN DAERAH PERKOTAAN DAN LINGKUNGAN HIDUP

Ekologi pemukiman kumuh di Perkotaan

   Dalam beberapa hal, kehidupan penduduk miskin di daerah daerah perkotaan mirip kehidupan penduduk miskin di daerah perdesaan. Masing masing anggota keluarga harus bekerja setiap hari
pendapat mereka serba tidak pasti, dan mereka begitu sulit mendapatkan gizi pelayanan kesehatan dan pendapatan yang kurang memadai. Meskipun rata rata penduduk kota memiliki pendapatan yang tinggi  namun kondisi penduduknya yang paling miskin tidak bisa dikatakan lebih baik dari pada yang ada di perdesaan.


Industialisasi dan Pencemaran Udara di Daerah Daerah Perkotaan

     Tahap tahap awal  Urbanisasi  dan Industrialisasi di Berbagai Negara Berkembang biasanya di sertai lonjakan pendapatan dan memburuknya kondisi kondisi lingkungan hidup. Analisis Cross- sectional atas sejumlah negara Pada berbagai tingkat pendapatan Memberikan hasil  hasil mirip dengan survei yang di dasarkan pada koefisien gini : studi studi itu mengungkapkan bahwa pencemaran di daerah perkotaan pada awalnya akan terus meningkat seiring dengan kenaikan tingkat pendapatan nasional untuk kemudian menurun.


Masalah Masalah Pemukiman serta Penyedian Air bersih dan Sanitasi

      Disamping lonjakan emisi industri, dua Faktor penyebab utama atas memburuknya kondisi kesehatan penduduk perkotaan di banyak negara berkembang adalah keterbatasan air bersih dan sanitasi. Di perkirakan sekitar  1 Milyar orang diseluruh dunia tidak menikmati air bersih dan 1 milyar lagi harus hidup hanya dengan beberapa tetes saja setiap harinya. Disamping itu masih ada 1,7 milyar manusia lainya yang hidup tanpa sanitasi. Antara tahun 1970 dan 1988, jumlah rumah tangga perkotaan di dunia ketiga tidak di lengkapi sarana sanitasi

        Sementara keluarga keluarga berpenghasilan tinggi pada umumnya telah memiliki akses dalam taraf berlimpah ke berbagai jasa pelayanan yang disediakan oleh pemerintah maupun swasta, namun kalangan penduduk  yang paling miskin justru  tidak memilikinya sama sekali
   


  
        





PENTINGNYA REFORMASI KEBIJAKAN

   Hampir semua pihak menyadari bahwa tindakan tindakan yang sudah dilakukan dalam rangka menanggulangi dampak dampak negatif kerusakan lingkungan hidup belum memadai. Penyedian fasilitas kesehatan, pendidikan,dan jasa penunjang kehidupan sehari hari seperti sanitasi dan air bersih juga masih jauh dari memadai. Dewasa ini sedikit sekali anggaran dana yang tersedia bagi penyedian berbagai bentuk pelayanan sosial yang benar benar mengakar pada kepentingan masyarakat luas, padahal secara relatif program program seperti itulah yang paling efektif apalagi jika organisasi organisasi kemasyarakatan juga turut di libatkan.

   Guna memenuhi berbagai target di tengah kelangkaan sumber finansial , pemerintah harus mampu dan mau melaksanankan  sejumlah perubahan radikal terhadap pola pengelolaan sumber sumber daya langka yang tersedia.

KERUSAKAN HUTAN DAN EFEK RUMAH KACA

    Terjadinya penipisan lapisan ozon dan terus berlangsungnya pemanasan global merupakan isyarat yang jelas bahwa betapa iklim global telah berada dalam bahaya. Masyarakat dunia pun semakin tersentak karena bukti bukti kerusakan iklim global tersebut begitu nyata mulai sering terjadinya kanker kulit, meluasnya gurun pasir di dunia ini serta naiknya permukaan air laut

     Perubahan perubahan pola penggunaan tanah di banyak negara berkembang  itu sendirilah yang yang merupakan penyebab utama terjadinya efek rumah kaca. Di perkirakan proses pengundulan hutan saja bertanggung jawab atas 25% dari total kenaikan emisi CO2 di seluruh dunia. Pengundulan hutan ini pada dasarnya merupakan  pengikisan sumber oksigen terbesar di dunia yang jelas sangat penting  bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup yang hidup di bumi.

PILIHAN PILIHAN KEBIJAKAN BAGI NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

Penentuan harga sumber daya yang memadai

    
bidang yang paling menuntut reformasi agaknya adalah kebijakan penentuan harga sumber daya dari pemerintah. Selama ini kebijakan kebijakan pengaturan harga yang justru cenderung memboroskan sumber sumber daya yang langka dan mendorong pola pola metode industri produksi yang berkelanjutan









Partisipasi masyarakat
   
     Efektivitas program perbaikan kondisi lingkungan hidup akan mencapai taraf optimal apabila didukung oleh masyarakat secara keseluruhan.

Hak Milik dan Kepemilikan Sumber Daya Yang Lebih Jelas
        Implikasi, pengaturan, pengakuan dan Perlindungan Hak milik dan Kepemilikan sumber daya baik didaerah perdesaan maupun perkotaan harus di tegakkan demi menunjang keberhasilan investasi perbaikan kondisi lingkungan hidup.

Peningkatan Status ekonomi kaum wanita

         perbaikan kesempatan pendidikan bagi kaum wanita serta upaya peningkatan alternatif alternatif  dan status ekonomi mereka . Pendidikan yang lebih baik cenderung meningkatkan akses wanita ke berbagai sumber informasi mengenai gizi dan kesehatan anak.

APA YANG BISA DI LAKUKAN NEGARA NEGARA MAJU UNTUK MEMBANTU NEGARA NEGARA BERKEMBANG

Kebijakan Perdagangan dunia pertama

     
Dengan melakukan impor produk dari negara berkembang maka akan sangat membantu untuk proses pertumbuhan ekonomi mereka. Penghapusan hambatan perdagangan ekspor negara dunia ke tiga merupakan kunci demi terpacunya pertumbuhan ekonomi negara berkembang

Pemberian Keringanan Utang

     
Pembayaran kembali cicilan pokok dan bunga utang luar negri sangat menguras pendapatan negara dunia ketiga sehingga dana yang tersedia untuk membiayai program program pengentasan kemiskinan dan pengendalian degradasi lingkungan hidup semakin jauh dari mencukupi.

Bantuan dari Dunia Pertama

     
Dalam world Devlopment report terbitan tahun 1992, Bank dunia memperkirakan bahwa negara negara berkembang akan memerlukan tambahan investasi tahunan sebesar 2%  hingga 3 % untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Dana itu untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan penyediaan layanan sosial, serta untuk mempromosikan pola pola produksi yang berkelanjutan atau yang ramah terhadap lingkungan hidup
   

APA YANG BISA DILAKUKAN NEGARA NEGARA MAJU UNTUK MENYELAMATKAN LINGKUNGAN HIDUP GLOBAL

Emisi Dunia Pertama

      Agaknya kontribusi terbesar yang bisa diberikan oleh kelompok negara maju terhadap pelestarian lingkungan sedunia adalah dengan membuktikan komitment mereka dalam menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat



Penelitian dan Pengembangan

     
Negara negara Dunia pertama juga harus menjalankan peranan kepemimpinan dalam melangsungkan kegiatan kegiatan penelitian dan pengembangan

Permintaan Dunia Pertama

     Melalui impor produk produk yang dihasilkan melalui metode yang  tidak berkelanjutan dari dunia ketiga negara negara maju telah menciptakan dampak negatif secara tidak langsung namun sangat besar terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Lingkungan Dan Pembangunan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: unknown

Posting Komentar